Pengukuran dan Percobaan LED dan dioda

 1. LED (Light Emitting Diode)

a. Pengertian LED

 Light Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan  cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan keluarga Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya. LED juga dapat memancarkan sinar inframerah yang tidak tampak oleh mata seperti yang sering kita jumpai pada Remote Control TV ataupun Remote Control perangkat elektronik lainnya.

b. Simbol LED


c. Cara Mengetahui Polaritas LED 




d. Warna-warna LED

  Saat ini, LED telah memiliki beranekaragam warna, diantaranya seperti warna merah, kuning, biru, putih, hijau, jingga dan infra merah. Keanekaragaman Warna pada LED tersebut tergantung pada wavelength (panjang gelombang) dan senyawa semikonduktor yang dipergunakannya. Berikut ini adalah Tabel Senyawa Semikonduktor yang digunakan untuk menghasilkan variasi warna pada LED :

Bahan SemikonduktorWavelengthWarna
Gallium Arsenide (GaAs)850-940nmInfra Merah
Gallium Arsenide Phosphide (GaAsP)630-660nmMerah
Gallium Arsenide Phosphide (GaAsP)605-620nmJingga
Gallium Arsenide Phosphide Nitride (GaAsP:N)585-595nmKuning
Aluminium Gallium Phosphide (AlGaP)550-570nmHijau
Silicon Carbide (SiC)430-505nmBiru
Gallium Indium Nitride (GaInN)450nmPutih

e. Tegangan Maju (Forward Bias) LED

WarnaTegangan Maju @20mA
Infra Merah1,2V
Merah1,8V
Jingga2,0V
Kuning2,2V
Hijau3,5V
Biru3,6V
Putih4,0V

f. Cara Mengukur LED

Lampu LED




Lampu SMD





Untuk mengetahui LED putus atau tidak dapat digunakan beberapa cara diantaranya dengan menggunakan multimeter pada posisi Ohm meter serta menggunakan adaptor hp/batu battery harus ditambah resistor suapaya LED tidak putus.

g. Cara Kerja LED

1. Cara kerja LED sama dengan diode yaitu pemasangannya dengan tegangan listrik tidak boleh terbalik. Apabila terbalik lampu LED tidak akan nyala.

2. Lampu LED dapat menyala pada tegangan rendah 

3. Agar lampu LED tidak mudah mati atau putus maka pada waktu pemasangan harus diberi resistor.


2. DIODA

A. Pengertian dioda

Dioda adalah komponen elektronika yang terdiri dari dua kutub yang berfungsi menyearahkan arus atau tegangan.

 

B. Simbol dioda



C. Jenis-jenis dioda dan fungsi dioda

• Dioda penyearah (Resctifier)

Dioda penyearah adalah jenis dioda yang terbuat dari bahan silikon yang berfungsi sebagai penyearah tegangan atau arus dari arus bolak-balik AC ke arus searah DC atau mengubah arus AC menjadi DC. Simbolnya:



Kaki-kaki dioda yaitu kaki katoda ditandai dengan garis pada ujungnya


Gambar dioda penyearah


• Dioda zener

Dioda zener merupakan dioda junction P dan N yang terbuat dari bahan dasar silikon.

Dioa zener ini berfungsi sebagai pembatas tegangan listrik



• Dioda emisi cahaya (Light Emitting Diode)

Dioda emisi cahaya atau yang biasa dikenal dengan singkatan LED merupakan solid state lamp yang merupakan piranti elektronik gabungan antara elektronik dengan optik, sehingga dikategorikan pada keluarga "Optoelectronic".

Tiga kategori umum penggunaan LED, yaitu:

- Sebagai lampu indikator

- Untuk transmisi sinyal cahaya yang dimodulasikan dalam suatu jarak tertentu

- Sebagai penggandeng rangkaian elektronik yang tersolir secara total. Simbol bangun fisika dan konstruksinya diperlihatkan pada gambar tersebut.




• Dioda cahaya (Photo Diode)

Dioda cahaya ini bekerja pada daerah reverse jadi hanya arus bocor saja yang melewatinya. Pengguanaan dioda cahaya diantaranya adalah sebagai sensor dalam pembacaan pita data berlubang (Punch Tape)





• Dioda Varactor

Dioda varactor disebut juga disebut juga sebagai dioda kapasitas yang sifatnya mempunyai kapasitas yang berubah ubah jika diberikan tegangan. Jika tegangannya semakin naik maka kapasitasnya akan turun.

Dioda varactor banyak digunakan pada pesawat penerima radio dan televisi bagian pengaturan suara (radio)

.


• Dioda Schottky (SCR)

Dioda SCR (Silicon Control Rectifier) adalah dioda yang mempunyai fungsi sebagai pengendali. SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. Isi SCR terdiri dari PNPN (positif negatif positif negatif) dan biasanya disebut PNPN trioda.



D. Cara mengukur dioda

Untuk mengukur dioda sangatlah mudah. Untuk mengukur dioda menggunakan multimeter. posisi saklar pada posisi ohm meter. Kabel warna hitam pada anoda, sedangkan kabel warna merah pada katoda maka jarum multimeter akan bergerak. Apabila dipindah kabelnya maka jarum meter akan diam. Apabila jarum bergerak maka dioda tersebut bocor.




Apabila gambar B jarum tetap bergerak maka dioda dalam kondisi rusak atau bocor. Harus segera dibuang.



E. Pemasangan dioda



Apabila gambar b ternyata lampu tetap menyala berarti dioda bocor. Maka dioda harus dibuang dan diganti yang baru.

F. Percobaan/pengukuran LED SMD mati



LED SMD mati dikarenakan tegangan lebih/terlalu panas. Padahal secara teori LED atau SMD bisa hidup 100 rb jam/15 thn dalam hidup normal (12 jam/hari).





Komentar